Masa Depan Penuh HARAPAN — Catatan Khotbah Ibadah Raya 28 Juni 2026

Ps. Chandra Sundjaja
Masa Depan Penuh HARAPAN
Kita hidup di tengah peperangan dan zaman yang tidak menentu — penuh ketidakpastian. Apa yang harus kita persiapkan dalam keadaan seperti ini, dan apa jawaban Tuhan? Latarnya: bangsa Babel mengangkut bangsa Israel dari Yerusalem ke Babel sebagai tawanan — digiring berjalan jauh dan ditawan di sana. Adakah masa depan bagi mereka di masa yang begitu gelap? Justru di tengah penderitaan, stres, dan kesengsaraan itulah Tuhan membukakan jalan keluar bagi umat-Nya.
Yeremia 29:1 — "Beginilah bunyi surat yang dikirim oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel."
Catatan: Bangsa Israel adalah bangsa yang TEGAR TENGKUK — ratusan tahun seperti itu. Akhirnya Tuhan memakai situasi pembuangan ini untuk berbicara kepada mereka dan MENDISIPLINKAN anak-anak-Nya.
Tuhan adalah Bapa yang mendisiplinkan karena KASIH
Ibrani 12:6 — "karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
"Menghajar" berarti MENDISIPLINKAN — bukan menghukum karena murka, melainkan karena Bapa sayang kepada anak-Nya. Tujuannya membentuk kita, bukan menghancurkan.
Tuhan menyertai kita DI DALAM penderitaan
Penyertaan Tuhan tidak terhalang oleh penderitaan. Di tengah pembuangan, Yehezkiel justru melihat penglihatan tentang Allah.
Yehezkiel 1:1 — "Ketika aku bersama-sama dengan para buangan yang ada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah."
Begitulah Allah menyertai Israel di tengah penderitaan — seperti Ia hadir mengirim malaikat-Nya di tengah dapur api.
Daniel 3:25 — "...empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu..."
Kehadiran Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan, pendapatan, maupun kesehatan kita.
Tuhan memakai penderitaan untuk MEMURNIKAN iman
Tuhan memakai keadaan yang paling buruk untuk membuktikan kemurnian iman kita — apakah kita tetap percaya dalam keadaan yang sukar?
1 Petrus 1:6-7a — "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu..."
Pembentukan ini supaya kita BERHARAP dan mulai MENGANDALKAN Tuhan.
"EMAS yang keluar dari api selalu lebih murni daripada yang masuk." Api memurnikan emas bukan untuk dibuang, melainkan untuk DIPAKAI menjadi hal-hal yang indah.
Orang yang keluar dari tekanan BERSAMA Tuhan selalu lebih SIAP untuk apa yang Tuhan percayakan berikutnya.
Tuhan menyimpan MISI di hati kita — dua hal:
Mengusahakan kesejahteraan kota tempat kita berada
Yeremia 29:7 — "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."
Kata "usahakanlah" berarti MEMBURU dan MENGEJAR dengan tekun sampai dapat — bukan pasif.
Ada perintah Tuhan yang konkret (Yeremia 29:4-5):
"Bangun rumah!" → bangun rumah tanggamu, jaga lingkunganmu, beri dampak bagi sekitarmu.
"Buat kebun!" → jadilah PRODUKTIF; hasilkan sesuatu yang berbuah, dapat dinikmati orang lain, dan menciptakan lapangan kerja (produk, jasa, dll).
Orang yang menabur akan menuai — seperti Ishak di negeri orang Filistin.
Kejadian 26:12 — "Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN."
Jika kita lahir dari Kerajaan Surga dan SUDAH diberkati, mulailah menabur dan bekerja.
1 Korintus 3:6 — "Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan."
Keberhasilan adalah bagian Tuhan; bagian kita adalah MENANAM dan MENYIRAM. Ketika orang percaya menahan taburannya, ia sedang menahan berkat Tuhan untuk mulai bekerja dalam hidupnya.
Berdoa untuk kota itu
Yeremia 29:7 — kesejahteraan kota itu adalah kesejahteraan kita; karena itu naikkanlah doa bagi kota tempat kita berada.
Izinkan Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita
Amsal 11:25 — "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."
Ketika kita mulai MENGUTAMAKAN kepentingan Tuhan, di situlah terjadi MUJIZAT.
2 Korintus 9:10a — "Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan..." Bagi si penabur, Tuhan sendiri yang menyediakan benih.
Jadilah PENABUR yang BAIK
1 Raja-raja 17:13 — kisah janda di Sarfat dan nabi Elia. Dengan persediaan yang nyaris habis, ia justru menabur lebih dulu bagi hamba Tuhan di tengah kesusahan — dan tepung serta minyaknya tidak pernah habis sampai masa kekeringan berlalu.
Tidak perlu takut KEKURANGAN
Yeremia 29:11 — "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." — inilah JANJI Tuhan bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati.